Jumat, 13 April 2012

MADRASAH PERTAMA BAGI ANAK


Sungguh miris melihat fenomena peran orang tua zaman sekarang. Mereka mengaku sayang kepada anak-anaknya sebagai buah hati mereka, namun mereka tak sadar bahwa mereka telah menjauhkan sang pemberi hidup dari jiwa anak-anak mereka.
Ya, tiap hari mereka mengajari buah hati mereka untuk keperluan pendidikan duniawi (SD, SMP, dan SMA), bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tak sedikit jumlahnya untuk biaya les atau yang lain. Tak jarang, ketika jadwal sekolah madrasah pun yang hanya satu jam saja per hari, orang tua rela anak-anaknya tidak masuk sekolah madrasah dengan alasan les pelajaran sekolah, les sepak bola, les piano, dan lain-lain. Sungguh menyayat hati  melihat fenomena itu, apalagi kesibukan orang tua mencari nafkah dari pagi sampai sore bahkan tak jarang pula yang sampai rumah dimana  matahari sudah tertidur di ufuk barat sehingga tak sedikit orang tua yang mengambil keputusan agar anak les pelajaran sekolah di bimbel dekat rumah atau bimbel terkemuka karena tidak ada waktu untuk mengajari anak. Mereka berdalih “ aku kan kerja untuk anak, demi kelangsungan hidup mereka. Jadi sah-sah saja kalau anak saya suruh les ini itu dan sekolah madrasah  aku pulang kerja dan  malam baru sampai rumah sehingga tidak sempat mengajari anak”. Kapan waktu yang diberikan untuk anak-anaknya, bukankah orang tua wajib mengajarkan ilmu agama kepada anak, dan anak pun berhak menerima perhatian dan pengajaran baik ilmu dunia maupun akhirat?  Sekolah umum, kuliah, les pelajaran sekolah, les voli, les piano, les drum, les bahasa asing dan sebagainya memang penting karena itu dapat menggali potensi mereka sehingga bisa dijadikan bekal kelak ketika dewasa. Akan tetapi sadarkah orang tua zaman sekarang? Hal itu tidak diimbangi dengan pengetahuan agama. Ya…. mungkin bagi mereka yang menyekolahkan madrasah anaknya dimana satu hari hanya satu jam, itupun tak jarang seminggu tidak masuk beberapa kali dengan alasan les ini itu sedangkan di rumah orang tua tak cukup waktu hanya untuk sekedar mengajarkan ilmu agama.
            Tulisan diatas terinspirasi ketika mendengar salah satu pengakuan dari anak kecil yang belajar ngaji namun lebih dari seminggu dia tidak menunjukkan peningkatan mengajinya. Ternyata di rumah dia hanya diajarkan pendidikan duniawi saja, sedangkan ilmu agama jarang diajarkan.
            “Seorang Ibu adalah madrasah pertama bagi anak”
            Bagi kaum hawa yang akan menjadi calon istri dan calon ibu, apakah kalian rela jika anak-anak kita kelak ahli ilmu duniawi dan miskin ilmu akherat? Tentu saja tak ada yang rela dengan hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar