Sungguh
miris melihat fenomena peran orang tua zaman sekarang. Mereka mengaku sayang
kepada anak-anaknya sebagai buah hati mereka, namun mereka tak sadar bahwa
mereka telah menjauhkan sang pemberi hidup dari jiwa anak-anak mereka.
Ya,
tiap hari mereka mengajari buah hati mereka untuk keperluan pendidikan duniawi
(SD, SMP, dan SMA), bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tak sedikit
jumlahnya untuk biaya les atau yang lain. Tak jarang, ketika jadwal sekolah
madrasah pun yang hanya satu jam saja per hari, orang tua rela anak-anaknya
tidak masuk sekolah madrasah dengan alasan les pelajaran sekolah, les sepak
bola, les piano, dan lain-lain. Sungguh menyayat hati melihat fenomena itu, apalagi kesibukan orang
tua mencari nafkah dari pagi sampai sore bahkan tak jarang pula yang sampai
rumah dimana matahari sudah tertidur di
ufuk barat sehingga tak sedikit orang tua yang mengambil keputusan agar anak
les pelajaran sekolah di bimbel dekat rumah atau bimbel terkemuka karena tidak
ada waktu untuk mengajari anak. Mereka berdalih “ aku kan kerja untuk anak,
demi kelangsungan hidup mereka. Jadi sah-sah saja kalau anak saya suruh les ini
itu dan sekolah madrasah aku pulang
kerja dan malam baru sampai rumah
sehingga tidak sempat mengajari anak”. Kapan waktu yang diberikan untuk
anak-anaknya, bukankah orang tua wajib mengajarkan ilmu agama kepada anak, dan
anak pun berhak menerima perhatian dan pengajaran baik ilmu dunia maupun
akhirat? Sekolah umum, kuliah, les
pelajaran sekolah, les voli, les piano, les drum, les bahasa asing dan
sebagainya memang penting karena itu dapat menggali potensi mereka sehingga
bisa dijadikan bekal kelak ketika dewasa. Akan tetapi sadarkah orang tua zaman
sekarang? Hal itu tidak diimbangi dengan pengetahuan agama. Ya…. mungkin bagi
mereka yang menyekolahkan madrasah anaknya dimana satu hari hanya satu jam,
itupun tak jarang seminggu tidak masuk beberapa kali dengan alasan les ini itu
sedangkan di rumah orang tua tak cukup waktu hanya untuk sekedar mengajarkan ilmu
agama.
Tulisan diatas terinspirasi ketika
mendengar salah satu pengakuan dari anak kecil yang belajar ngaji namun lebih dari
seminggu dia tidak menunjukkan peningkatan mengajinya. Ternyata di rumah dia
hanya diajarkan pendidikan duniawi saja, sedangkan ilmu agama jarang diajarkan.
“Seorang Ibu adalah madrasah pertama
bagi anak”
Bagi kaum hawa yang akan menjadi
calon istri dan calon ibu, apakah kalian rela jika anak-anak kita kelak ahli
ilmu duniawi dan miskin ilmu akherat? Tentu saja tak ada yang rela dengan hal
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar